Label

Sabtu, 20 Oktober 2012

RPP tata nama senyawa kimia untuk microteaching

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
TATA NAMA SENYAWA BINER

Dosen: Neneng Windayani, M.Pd
 









Disusun Oleh:
Hilda Nur’anida (1210208044)
Kelas/Semester:
A/V

PROGRAM STUDI MIPA PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah                       : SMA PGRI 1 Majalengka
Mata Pelajaran                       : Kimia
Kelas/Semester                      : X/1
Alokasi Waktu                       : 1 x 20 menit (1 pertemuan)
A.    Standar Kompetensi
2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)
B.     Kompetensi Dasar
2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.
C.    Indikator Pencapaian Kompetensi
·         Menentukan nama senyawa biner unsure logam dengan non logam.
·         Menentukan nama senyawa biner unsur non logam dengan non logam.
D.    Tujuan Pembelajaran
·         Melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think, Pair, and Share), siswa dapat member nama senyawa biner unsure logam dengan non logam.
·         Melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think, Pair, and Share), siswa dapat member nama senyawa biner unsure non logam dengan non logam.
E.     Materi Ajar
TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI KIMIA
A.    Tata nama senyawa Kimia
Kita hidup di bumi ini bergantung dengan kimia, contohnya seperti garam dan air. Garam dan air tersebut juga senyawa-senyawa kimia lain yang ada di  bumi memiliki nama kimia, namun dalam penamamaan tersebut ada tata caranya. Penamaan senyawa diatur oleh IUPAC berdasarkan hasil kesepakatan para ilmuan sedunia, bertujuan agar nama senyawa diseluruh Negara sama. Terdapat dua kelompok besar senyawa, yaitu senyawa anorganik dan senyawa organic.


1.      Tata nama senyawa anorganik
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu bergelut dengan garam, air, dan ammonia. Senyawa tersebut merupakan senyawa yang anorganik. Umumnya senyawa anorganik relative sederhana dan dikelompokan ke dalam senyawa biner dan senyawa poliatom.
a.      Tata nama senyawa biner
Senyawa biner dapat terbentuk dari unsure logam dan non logam, atau terbentuk dari unsure-unsur non logam. Senyawa biner tersebut tersusun dari dua macam unsure. Penamaan senyawa ini didasarkan pada nama unsure pembentukannya yang ditulis secara berurutan sesuai penulisan rumus kimia (lambang senyawa) dan akhiran dari unsure keduanya diganti –ida. Tata nama senyawa biner dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1)      Logam dan non logam
Senyawa biner dari logam dan logam umumnya adalah senyawa ion, yang terdiri dari kation logam dan non logam. Tata nama senyawa biner ini adalah sebagai berikut:
a)      Penamaan dimuali dari kation logam diikuti nama anion nonlogam.
Contoh: NaCl = natrium klorida
b)      Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan harga muatan yang berbeda, maka harga muatan kationnya dinyatakan dengan angka romawi.
Contoh: FeCl2 = Besi(II) klorida
FeCl3 = Besi(III) klorida
2)      Nonlogam dan nonlogam
Senyawa biner nonlogam dan nonlogam umumnya adalah senyawa molekul. Tata nama senyawa ini adalah sebagai berikut.
a)      Penamaan dimulai dari jumlah unsure pertama dituliskan terlebih dahulu, diikuti dengan nama unsure nonlogam pertama lalu menuliskan jumlah unsure kedua diikuti nama nonlogam kedua yang diberi akhiran –ida­. Awalan untuk satu (mono) ditiadakan kecuali untuk karbon monoksida. Jumlah unsure dinyatakan dalam bahasa Yunani, sebagai berikut: 1=mono, 2=di, 3=tri, 4=tetra, 5=penta, dan seterusnya.
Contoh:  NO= nitrogen monoksida
NO2= nitrogendioksida
N2O4= dinitrogen tetraoksida atau nitrogen tetraoksida.
F.     Metode Pembelajaran
·         Metode: Diskusi dan pemberian tugas
·         Model: Kooperatif tipe TPS (Think, Pair, and Share)
G.    Alokasi Waktu
1 x 20 menit (1 pertemuan)
H.    Kegiatan Pembelajaran
1.      Tatap Muka
No
Tahapan
Kegiatan
Kegiatan
Alokasi Waktu
Guru
Siswa
1
Pendahuluan
Apersepsi

·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
·         Guru mengingatkan kembali tentang konsep ikatan kovalen.siapa yang mengetahui bagaimana ikatan kovalen itu terbentuk?”

·         Siswa menyimak tujuan pembelajaran.
·         Siswa mengingat kembali tentang konsep bilangan oksidasi.
Jawaban yang diharapkan : Ikatan kovalen terbentuk oleh pasangan electron yang disumbangkan oleh kedua atom dan menjadi milik bersama atom-atom yang berikatan.
1 menit
Motivasi
·         Guru memotivasi siswa dengan menunjukan botol minuman yang berisi air. Lalu bertanya:
“tahukah kalian apa yang ibu bawa ini? Bagaimana nama kimianya?
·         Siswa termotivasi untuk mempelajari konsep tata nama senyawa biner.

1 menit
2
Kegiatan Inti
Eksplorasi
(Think)
Guru memberikan informasi tentang tatanama senyawa biner.
Siswa menyimak penjelasan guru dengan baik.

15 menit

Elaborasi
(Pair)
·         Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok, masing masing kelompok terdiri 2 orang.
·         Guru membagikan LKS kepada siswa untuk bahan diskusi kelompok.
(terlampir)


·         Guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada setiap kelompok bahwa Tugas 1 di isi oleh salah satu siswa dan Tugas 2 diisi oleh siswa yang lain.
·         Guru mengintrupsikan kepada siswa untuk membaca LKS terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKS tersebut dengan batas waktu yang ditentukan.
·         Guru membimbing siswa dalam melaksanakan diskusi hasil jawaban dari LKS.
·         Siswa membentuk kelompok masing-masing 2 orang.



·         Siswa menerima LKS dari guru untuk bahan diskusi kelompok.
(jawaban yang diharapkan terlampir)
·         Siswa menyimak pengarahan guru kemudian membagi tugasnya.




·         Siswa membaca LKS terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKS tersebut.





·         Siswa dibimbing oleh guru dalam melaksanakan diskusi hasil jawaban dari LKS.
Konfirmasi
(share)
·         Guru membimbing siswa agar salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
·         Guru melakukan tanya jawab dan meluruskan konsep yang tidak sesuai pada siswa.
·         Salah satu kelompok mempresentasik-an hasil diskusi.


·         Siswa melakukan tanya jawab dengan guru dan menyimak penjelasan guru.
3
Penutup
·         Guru membimbing siwa untuk menyusun kesimpulan.

















·         Guru memberikan tes akhir.
·         Siswa menyimpulkan hasil diskusi
Simpulan yang diharapkan:
Dalam penamaan senyawa biner logam dan non logam dapat dilakukan dengan cara menggabungkan nama logam dan non logam yang ditambah –ida. Sedangkan untuk senyawa biner nonlogam dengan non-logam, dapat dilakukan dengan cara menggabungkan nama nonlogam biloks negative ditambah akhiran –ida.
·         Siswa menjawab tes akhir.
3 menit

2.      Penugasan Terstruktur
Mengerjakan tugas dalam buku paket BSE Mudah dan Aktif Belajar Kimia SMA kelas X halaman 71 tes kompetensi subbab A.
3.      Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Mempalajari dan memahami tentang tatanama senyawa poliatomik.
I.       Penilaian Hasil Belajar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk instrumen
Instrumen/Soal
Menentukan nama senyawa biner unsure logam dengan non logam dan unsure non logam dengan non logam.
Skor 5 jika benar.
essay
1.      Diketahui senyawa natrium sulfat, magnesium nitrit, dinitrogen triklorida, karbon disulfide, dan kalsium klorida. Berdasarkan senyawa tersebut, tuliskan rumus kimianya!
Jawaban yang diharapkan: Na2SO4, Mg(NO2)2, N2O3, CS2, dan CaCl.

Nilai =

J.      Sumber/alat/bahan Belajar
·         Sumber : Mudah dan Aktif Belajar Kimia SMA kelas X (BSE), LKS tata nama senyawa biner.
·         Alat: botol minuman.
·         Bahan: air.
Majalengka, 13 Oktober 2012

Kepala Sekolah



________________­­­­­­­___________
NIP:
                  Guru Bidang Studi



_______Hilda Nur’anida_______
NIM: 1210208044

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar